Peternakan

Blog yang berisikan informasi seputar dunia peternakan

CARA MUDAH MEMBUAT PUPUK KOMPOS

Dalam tulisan kali ini penulis mencoba untuk mengulas tentang cara membuat pupuk kompos yang saya rasa ini sangat penting untuk penulis muatkan dalam blog saya ini, dengan harapan tulisan ini dapat membantu para petani peternak dalam memanfaatkan limbah hasil buangan ternak dan menambah penghasilan keluarga.

Kita langsung aja yaaaaaaa!!!!!!!!!!!

Pengomposan dapat dilakukan secara anaerob dan aerob. Cara anaerob memerlukan waktu 1,5 sampai 2 bulan dan sering menghasilkan kompos dengan bau kurang sedap, karena suhu yang dihasilkan kurang tinggi sehingga tidak mematikan organisme pengganggu.

Cara Anaerob:
1. Masukkan bahan baku secara berlapis-lapis mulai dengan sisa tanaman, pupuk kandang, abu sekam atau abu dapur ke dalam lubang yang telah disiapkan sebelumnya yang dasarnya telah dipadatkan agar tidak terjadi rembesan air. Ukuran lubang dapat disesuaikan menurut ketersediaan tenaga kerja dan bahan baku yang tersedia, misalnya lubang ukuran 2 m x 1 m dengan kedalaman 1 m cukup untuk memproses sekitar 0,5 – 0,8 ton kompos guna sekitar 0,2 sampai 0,3 ha lahan.
2. Tutup bagian atas permukaan dengan tanah setebal 5 – 10 cm dan semprotkan air sebanyak 30 liter pada permukaan kompos setiap 10 hari dan aduklah seluruh bahan dalam lubangn setelah satu bulan pengomposan.
3. Biarkan berlangsung selama 1,5 – 2 bulan agar proses pengomposan dapat berlangsung dengan sempurna. Untuk mempercepat waktu pengomposan, dapat digunakan mikroba selulolitik atau lignolitik yang berperan sebagai decomposer, antara lain biodec, stardec, atau EM-4.

Cara Aerob:
1. Bahan baku kompos disusun berlapis kemudian disiram dengan mikroba hingga mencapai kebasahan 30-40%, atau dengan ciri bila dikepal dengan tangan air tidak keluar dan bila kepalan dilepas bahan baku akan mekar.
2. Bahan baku dugundukkan sampai ketinggian 15-20 cm, kemudian ditutup dengan karung goni atau karung plastik.
3. Suhu kompos diperiksa setiap hari, pertahankan suhu pada kisaran 40-50oC, jika suhu lebih tinggi, kompos diaduk sampai suhunya turun dan ditutup kembali.
4. Setelah 3-5 hari bahan baku sudah menjadi kompos (bokashi) dan siap untuk digunakan.

Sumber: Petunjuk Teknis Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT) Padi Sawah Irigasi, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Departemen Pertanian, 2007.

Januari 18, 2008 - Posted by | Pupuk

1 Komentar »

  1. Jadi bagusan cara aerob ya?

    Komentar oleh Taufiq | November 2, 2008 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: