Peternakan

Blog yang berisikan informasi seputar dunia peternakan

GEJALA-GEJALA UNGGAS YANG TERINFEKSI VIRUS FLU BURUNG

Tentunya kita ingin mengetahui bagaimana gejala-gejala unggas yang terinfeksi virus flu burung, yakni:
1. Unggas kondisi lemah (sempoyongan)
2. unggas setengah tidur atau mengantuk dengan kepala menyentuh tanah.
3. ayam betina yang mulai bertelur, kerabangnya tipis dan kemudian segera berhenti bertelur.

4. jengger dan pial berwarna merah kehitaman sampai biru dan bengkak, disertai peradangan yang kental diujung-ujung.
5. diare, dan unggas merasa harus luar biasa.
6. nafas dan sulit
7. nafsu makan berkurang.

Apa yang dilakukan agar ternak unggas kita bebas dari penyakit flu burung?
a. diberi makan dan minum yang kandungan gizinya memadai dan terjamin mutu dan kebersihannya.
b. Kandang dan alat-alat kandang selalu dibersihkan dengan desinfektan (deterjen, dll).
c. Kebersihan lingkungan kandang terjaga.
d. Dilaksanakan biosekuriti untuk melindungi ternak unggas kemungkinan terkontaminasi oleh virus flu burung dan penyakit lain.
e. Hindari memasukkan ternak baru, apabila terpaksa harus dikarantina dulu.
f. Hindari mencampurkan kembali unggas yang sudah keluar dari kandang/peternak (misalnya, dibawa ke pasar tidak laku, kemudian dibawa pulang, maka harus dipisahkan).
g. Kandang sebaiknya berpagar keliling.
h. Khusus untuk unggas air (itik), buat kandang berpagar, kalau diperlukan kolam harus ada dalam pagar.
i. Pastikan kandang dan lingkungan bersih.

Beberapa tindakan yang perlu dilakukan apabila unggas terkena flu burung adalah sebagai berikut:
1. Ternak yang terlihat sakit, segera dipisahkan pada tempat tertutup/terisolasi.
2. segera laporkanke dinas peternakan setempat.
3. apabila ternak yang sakit mati(dimatikan), segera bakar dan dikubur dan jang dibuang disembarang tempat.

Cara penguburan:
1. Masukkan bangkai beserta alat-alat dan benda-benda lain yan terakomodasi kedalam plastik.
2. lubang tempat mengubur usahakan dengan cara dibakar, dan dikubur dalam lubang yang dari sumur yang aktif atau kolam (di dalam lubang dutebarkan kapur di atas benda-benda yang terkontaminasi tersebut) kemudian ditimbun.

Januari 14, 2008 - Posted by | Unggas

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: