Peternakan

Blog yang berisikan informasi seputar dunia peternakan

Banjir Ngawi Surut, Krisis Pangan Mengancam

NGAWI – Penderitaan yang dialami warga korban banjir Ngawi belum berakhir. Setelah banjir surut, kini mereka dihadapkan pada kenyataan sulitnya mendapatkan bahan pangan dan pekerjaan untuk menyambung hidup. “Tanaman padi saya di sawah hancur diterjang banjir. Padahal, itu satu-satunya harapan persediaan pangan pada bulan-bulan mendatang.

Saya bingung, mau memulai lagi bertanam juga tidak punya uang,” ujar Suyono (51), warga Desa Dinden, Kec Kwadungan, Ngawi, Jawa Timur, Selasa (1/1/2008).Ribuan hektar tanaman padi, palawija, dan kacang-kacangan yang terendam banjir hampir semuanya layu, mengering, dan mati. Warga yang sebagian besar bekerja sebagai petani dan buruh tani tidak dapat bekerja karena sektor pertanian masih rusak parah.Di kawasan Kwadungan dan Geneng, ribuan hektar tanaman padi terlihat layu dan mengering. Begitu pula dengan tanaman lombok, terong, ketela pohon, ketela jalar, dan umbi-umbian banyak yang mengering dan rusak. Sedangkan, ratusan pohon pisang terlihat roboh dan ikut terseret banjir. Cadangan bahan pangan hewan ternak seperti sapi, kambing, dan unggas banyak yang ikut terenggut banjir. Jika pemulihan terhadap warga korban banjir tidak ditangani dengan baik, maka ribuan warga dikhawatirkan akan mengalami krisis pangan yang cukup parah.Suyono yang biasanya mengandalkan sumber pangan dari hasil pertanian tidak bisa berharap lagi. Sebab, hampir semua tanaman pertanian rusak dan mati akibat diterjang banjir. Hal yang sama juga diungkapkan Warsiti (53), warga Desa Tirak, Kwadungan. Dia mengaku tidak bisa mulai bekerja untuk menyambung hidup karena lahan pertanian rusak parah. “Saya biasanya buruh ikut nanam padi (matun) dan daut (membersihkan gulma) di persawahan. Tapi karena sekarang lahan pertanian rusak, saya tidak bisa bekerja lagi,” ungkap Warsiti.Banjir di Ngawi beberapa hari lalu telah mengakibatkan 76 desa di 12 Kecamatan terendam banjir. Areal persawahan yang terendam banjir seluas 5.439 hektar. Sedangkan, hewan ternak yang ikut hanyut banjir yakni sapi sebanyak 330 ekor, kambing sebanyak 552 ekor, dan unggas sebanyak 16.292 ekor. Sementara itu, bahan pangan seperti beras, gabah, yang ikut terseret banjir mencapai puluhan ton.(Muhammad Roqib/Sindo/ism).

Januari 13, 2008 - Posted by | Tak Berkategori

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: